TEKNIK RENDERING MENGGUNAKAN ARTLANTIS STUDIO PART 1

7 Jan

TEKNIK RENDERING MENGGUNAKAN ARTLANTIS STUDIO PART 1

1. Bagian I: Jenis dan sumber point cahaya Tips untuk rendering – ini adalah serangkaian rekomendasi yang akan membantu Anda mendapatkan hasil rendering yang bagus dengan Artlantis. Kami berharap bahwa Anda menjadi seorang ahli dalam render, dengan bantuan tips kami.
Satu keuntungan dari Artlantis R dan Studio – untuk membuat berbagai jenis pointview (Perspektif, ortogonal, Scene virtual reality (VR), animasi), dengan berbagai setting, sumber cahaya. Dengan kata lain, pengguna dapat menentukan kombinasi yang berbeda dari berbagai jenis scene yang ada secara terpisah. Ada tiga kelompok dari sumber cahaya, yaitu Heliodon Utama (Heliodon), mensimulasikan siang hari sinar matahari untuk scene eksterior. Kedua, luminer (Light Source), dirancang untuk pencahayaan buatan, dan akhirnya, yang ketiga Neon (Light Neon) adalah untuk mensimulasikan pencahayaan neon. Bersama-sama, sumber-sumber cahaya dapat diterapkan untuk masing-masing jenis scene secara terpisah, menggabungkan berbagai jenis di masing-masing type scene secara terpisah. Sebuah lampu neon disajikan dalam bentuk shader. Ini berlaku untuk semua jenis scene secara bersamaan, dan tidak dapat dinonaktifkan secara individual untuk setiap jenis scene. Sebagai contoh, ambillah pelajaran Basic.atl pada sebuah Kamar yang sudah dibuat, untuk menunjukkan bagaimana sumber-sumber cahaya dapat ditugaskan secara independen untuk masing-masing jenis scene. Untuk membuat view Anda sendiri, klik tanda + di daftar jenis lampu dan tambahkan beberapa sumber cahaya. Pada contoh kita gunakan Tiga group sumber cahaya. Lampu neon awalnya ditunjuk untuk kaca jendela dan lampu langit-langit. Pengaturan ini tidak tergantung pada jenis,nya cahaya lampu neon akan terlihat di semua jenis scene. Dalam bentuk pertama, disebut Hanya Neon, kami hanya menggunakan cahaya lampu Neon untuk pencahayaan langit-langit dan shader kaca digunakan Neon Glaze.
Untuk jenis sumber cahay Heliodon diatur ke NONE. Warna latar belakang juga diatur untuk setiap jenis scene, misalnya, biru gelap.

Lakukan rendering akhir dengan pengaturan ini, dan Anda mendapatkan hasil seperti pada ilustrasi diatas.

Jenis kedua disebut Neon Light + Natural. Di dalamnya, kita telah menggabungkannya dengan shader heliodon neon yang jatuh ke dalam lubang jendela.Yang juga akan mengubah warna langit.


Dalam bentuk ketiga, yang disebut Neon + Night Heliodon + Spot, ditambahkan ke dua sumber cahaya yang berbeda: heliodon night dan directional (Spot).


Untuk setiap sumber cahaya secara terpisah dapat diaktifkan dan menonaktifkan radiosity (radiositas), tetapi kami menyarankan Anda menonaktifkannya untuk mendapatkan hasil yang bagus. Controller bekerja di radiosity untuk setiap jenis scene secara terpisah, kekuatan emisi tergantung pada jumlah sumber radiasi dan disesuaikan ke 0-200, yang mengubah pencahayaan scene. Sebagai contoh, nilai 150, cukup untuk scene pada umumnya, memberikan pencahayaan kualitas tinggi dan realisme maksimal.

Ketika bekerja di stage adalah penting untuk secara berkala tekan tombol radiosity, untuk itu gunakan mekanisme radiosity secara cepat (menggunakan Fast Radiosity) dan melihat versi kasarnya dari rendering final, dan kemudian menyesuaikan pengaturan jika perlu. Setelah Anda klik pada radiositas, maka seperempat pre-render radiosity bekerja.

Setelah menyelesaikan radiosity render awal Anda maka akan terlihat hasil perkiraan pencahayaan dalam rendering final. Ingat bahwa lebih banyak sumber radiaosity akan menambah waktu render yang dihabiskan di rendering final, jadi cobalah untuk menemukan keseimbangan antara kinerja waktu yang dibutuhkan di komputer Anda yang dihabiskan saat rendering, dan kualitas gambar yang dihasilkan. Untuk menguji hasil, gunakan mekanisme radiosity Cepat (fast radiosity), yang akan membantu Anda melihat gambar akhir tanpa uji gambar. Atau, Anda dapat menggunakan tool Render Zone (Zona Rendering) dan pilih sepotong kecil dari scene untuk menilai kualitas dari gambar akhir. Ingat: sebagai pra-render hanya berupa perkiraan dan tidak sesuai persis dengan apa yang Anda lihat pada akhirnya, tetapi harus memberikan ide tentang bagaimana akan terlihat hasil akhir.

Lebih Lengkap lihat di www.warungtutorial.webpin.com………………………………………………………………………………..

8 Responses to “TEKNIK RENDERING MENGGUNAKAN ARTLANTIS STUDIO PART 1”

  1. cipoeng January 9, 2012 at 7:21 am #

    kalau saya ingin belajar privat ada yang dapat membantu?

    • goinvestsabang January 9, 2012 at 2:56 pm #

      Mudah kok kalau mau belajar silahkan mengsms pasti kami balas kok. tks

      • pasukan unyil kemplu June 21, 2013 at 7:06 am #

        la kalo sms no nya mana pak de

      • goinvestsabang June 22, 2013 at 3:56 pm #

        cal/sms aja ke 081377112276

  2. putra October 8, 2013 at 1:53 am #

    bang cari bukunya dimana yah…

  3. jhuan November 18, 2014 at 2:33 pm #

    mau tau rendering make atlantis gimna sih..

  4. goinvestsabang November 24, 2014 at 9:52 am #

    silahkan diikuti blog ini mas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: